Menurut Robby, hingga saat ini sudah ada 5 ribu truk yang sudah teregistrasi. Dan jumlah itu masih bisa terus bertambah karena sistem registrasi masih berjalan.
“Truk yang masuk kami catat dan datanya masuk dalam sistem kami,” tuturnya
Sejak awal berdirinya, Terminal Teluk Lamong memang menerapkan sistem truk yang tak berbahan bakar gas tak boleh masuk hingga ke dermaga. Truk yang berbahan bakar BBM hanya boleh masuk hingga ke interchange area.
Di situ truk BBM membongkar muatannya yang kemudian dibawa oleh truk berbahan bakar CNG (gas) milik Terminal Teluk Lamong masuk ke dermaga. ***













