Deputy Director ARC Training Centre for Future Crop Development menyatakan, tujuan workshop ini adalah untuk meningkatkan kapasitas generasi masa depan khususnya pemimpin dan penelitian pada bidang pertanian.
“Kami ingin mendorong terciptanya kelompok peneliti, pengambil kebijakan, dan pemimpin industri yang bisa membangun sebuah inovasi untuk teknologi pertanian masa depan,” ujarnya.
Dr. Hendry Susila selaku Innovation Fellow di Training Centre sekaligus Chief Investigator KONEKSI Project ini menyatakan selama setahun terakhir, sudah ada beberapa pencapaian baik untuk memetakan kebutuhan pengembangan teknologi pangan dan ketahanan iklim.
Kegiatan workshop pada hari pertama yakni; sesi sharing dengan para mahasiswa S2 dan S3 terkait program penelitian, peluang kerja sama dengan mitra dari sektor industri, hingga pameran poster riset inovasi dari mahasiswa doktor dan postdoktoral untuk membangun komunikasi antar peserta.
Pada hari kedua workshop, ada sesi Responsible Research and Inclusive Innovation (RRII) bersama Dr. Emily Buddle dari the University of Adelaide.
Sesi tersebut bertujuan memperkaya interaksi dengan pembagian peserta ke dalam grup-grup kecil membahas rancangan penelitian berbasis teknologi dan kebijakan publik untuk masyarakat.












