Sesi hari kedua ditutup dengan pertemuan konsorsium KONEKSI untuk menyampaikan progres penelitian dan tindak lanjut penelitian dari sisi sains dan sosial.
Pertemuan ini dimoderatori oleh Dr. Hendry Susila, bersama dengan Prof. Barry Pogson selaku Director ARC Training Centre for Future Crops Development, dan Prof. Joan Leach selaku Director Australian National Centre for the Public Awareness of Science.
Dr. Hendry Susila, yang juga peneliti dari ARC Training Centre for Future Crops Development dan Australian National University (ANU) menyatakan tema KONEKSI adalah ‘Membangun Masa Depan yang Berkelanjutan: Mengembangkan Varietas Tanaman yang Bergizi dan Tahan Iklim’.
Setidaknya ada empat tujuan dari program riset KONEKSI.
Pertama, membangun kapasitas para peneliti Indonesia-Australia dalam bidang agri-teknologi yang siap menghadapi perubahan iklim.
Kedua, mendefisinikan dampak dari perubahan iklim, khususnya kekeringan, pada padi berpigmen lokal Indonesia (padi hitam dan padi merah) melalui teknologi biologi molekuler berbasis pendekatan multi-omics.
Ketiga, membangun teknologi pemuliaan padi lokal Indonesia berbasis metode gene-editing.
Terakhir, memetakan lanskap regulasi dan sikap masyarakat terhadap teknologi rekayasa genetika di Indonesia, terutama dalam bidang pertanian.












