Setiap hari, kecuali hari, dilakukan empat kali pemungutan suara: dua pagi dan dua siang.
Konklaf pertama kali diadakan di Kapel Sistijlna, Vatikan pada tahun 1492 dan sejak 1878, konklaf secara permanen dilaksanakan di Kapel Sistina, yang sebelumnya selalu berpindah-pindah.
Misalnya di Viterbo, Italia dan Avignon, Perancis; juga di Roma tetapi tidak di Kapel Sistina tetapi di Kompleks Basilika Lateran.
Kata “konklaf” berasal dari bahasa Latin, “cum” (dengan) dan “clave” (gembok atau kunci). Jadi konklaf berarti “digembok”, para kardinal berada di ruang tertutup yang digembok, diputus-hubungan dengan dunia luar (tidak alat komunikasi sama sekali, juga media).
Mulai hari ini, mata dunia akan mengarahkan padangannya ke Vatikan untuk mengikuti persiapan dan pelaksanaan konklaf.
Dunia menunggu dan ingin mengetahui siapa paus yang akan menggantikan Paus Fransiskus yang meninggal tangal 21 April 2025 dan dimakamkan pada hari Sabtu (26/4) di Basilika St. Maria Maggiore.
Sangat Menarik
Konklaf sangat menarik karena sifat kerahasiaannya. Tidak pernah ada yang tahu siapa yang akan terpilih sebagai paus.
Karena tidak ada pencalonan dan yang dicalonkan sebagai paus.
Selain itu, prosesnya sangat rahasia, terputus dengan dunia luar.














