“Kami percaya bahwa pembangunan infrastruktur adalah fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional, dan BNI akan terus berkontribusi di dalamnya,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.
Kontribusi BNI pada sektor ini tak main-main.
Pada 2016, BNI terlibat dalam pembiayaan proyek LRT Palembang senilai Rp4,59 triliun.
Dalam proyek ini, BNI bertindak sebagai Original Mandated Lead Arranger dan Book Runner, serta mengucurkan pembiayaan sebesar Rp1,99 triliun.
Proyek ini menjadi simbol awal dukungan BNI terhadap transportasi publik berbasis rel.
Komitmen BNI berlanjut pada 2017 saat mendukung proyek LRT Jabodebek dengan pembiayaan Rp6 triliun, bagian dari total kebutuhan proyek sekitar Rp18 triliun.
BNI menjadi salah satu tulang punggung pendanaan yang memungkinkan realisasi transportasi massal antarkota di kawasan Jabodetabek.
Pada 2018, BNI turut serta dalam proyek Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta.
Melalui sindikasi kredit senilai Rp7,84 triliun, BNI memberikan pembiayaan Rp515,27 miliar kepada PT KAI dan PT Railink.
Dukungan ini memperkuat akses masyarakat ke transportasi udara secara cepat dan efisien.
Juga di tahun 2019, BNI berpartisipasi dalam mendorong percepatan elektrifikasi Indonesia, dengan pembiayaan sebesar Rp2,3 triliun untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG).















