Dari sisi kualitas kredit, ratio kredit bermasalah (Non Performing Loan) gross CIMB Niaga per 31 Maret 2013 tercatat sebesar 2,41%, mengalami penurunan sebesar 28 basis poin dibandingkan kuartal pertama 2012 sebesar 2,69%.
Presiden Direktur CIMB Niaga, Arwin Rasyid, Â mengungkapkan, dari total penyaluran kredit CIMB Niaga di kuartal pertama 2013, Perbankan Komersial memberikan kontribusi terbesar senilai Rp59,60 triliun (40%), menyusul Perbankan Konsumer sebesar Rp45,09 triliun (31%), dan Perbankan Korporasi sebesar Rp42,37 triliun (29%).
Arwin menambahkan, Personal Loan dan Mikro Laju menjadi bisnis yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi, masing-masing sebesar 75% dan 56%. Per 31 Maret 2013, Personal Loan berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp1,07 triliun, dan menjadi empat besar bank penyalur Personal Loan terbesar di Indonesia.
Sementara, Mikro Laju telah menyalurkan kredit sebesar Rp2,29 triliun per 31 Maret 2013, tumbuh 56% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan bisnis Mikro Laju ini sejalan dengan aturan Bank Indonesia yang mewajibkan perbankan untuk terus meningkatkan porsi kredit Usaha Kecil Menengah (UKM) sebesar 20% dari total portofolio kredit secara bertahap hingga 2018.













