Peningkatan kapasitas ini ditargetkan untuk menjangkau lebih banyak fasilitas kesehatan di dalam negeri, termasuk puskesmas, serta memperluas penetrasi pasar ekspor hingga 20% lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Saat ini, produk Proline telah digunakan oleh lebih dari 7.000 fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta di seluruh Indonesia.
Sepanjang Kuartal I2025, Prodia berkomitmen terhadap nilai “Sustainability for Healthy Community” dengan menyediakan layanan diagnostik yang komprehensif, efisien, dan berstandar global. Hal ini diwujudkan melalui berbagai program promotif dan edukatif, seperti kegiatan CSR berupa pemeriksaan genetik berbasis Whole Exome Sequencing (WES) secara gratis bagi penyandang orang dengan penyakit langka, pemeriksaan demensia gratis dengan target 20.000 peserta lanjut usia di seluruh Indonesia, serta penyelenggaraan seminar edukasi nasional untuk dokter dan masyarakat.
Hingga 31 Maret 2025, Perseroan telah mengoperasikan 360 outlet yang tersebar di 80 kota, 106 kabupaten, dan 34 provinsi di Indonesia, termasuk transformasi Klinik Utama Prodia Purwokerto.
Inovasi layanan terus dikembangkan melalui peluncuran Smart Report 2.0, fitur Health Plan di aplikasi U by Prodia, serta alat laboratorium ONSO System (SBB) untuk deteksi mutasi genetik yang lebih akurat. Atas komitmen layanan pelanggan, Prodia meraih penghargaan Contact Center Service Excellence Awards (CCSEA) dari Majalah Marketing 2025 dengan skor kepuasan tertinggi di industri laboratorium, yakni 95,06.















