JAKARTA – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) selama tiga bulan pertama tahun ini, hanya membukukan laba bersih Ro238,23 miliar atau anjlok 46,03 persen dibandingkan dengan Kuartal I-2024 yang sebesar Rp441,39 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan SMRA untuk periode berakhir 31 Maret 2025 yang dikutip Selasa (6/5), emiten propert di bawah kendali PT Semarop Agung ini mencatatkan pendapatan Rp2,1 triliun atau merosot 1,41 persen dibandingkan dengan Kuartal I-2024 yang mencapai Rp2,13 triliun.
Di tengah penurunan revenue tersebut, Summarecon justru mengalami kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 1 persen (year-on-year) menjadi Rp1,04 triliun, sehingga laba bruto selama tiga bulan pertama tahun ini menurun 3,64 persen (y-o-y) menjadi Rp1,06 triliun.
Pada periode Januari-Maret 2025, laba usaha SMRA tercatat Rp629,33 miliar atau terperosok 12,37 persen (y-o-y).
Adapun laba sebelum pajak penghasilan di Kuartal I-2025 terpantau melorot 28,96 persen (y-o-y) menjadi Rp316,8 miliar, terutama disebabkan oleh lonjakan biaya keuangan sebesar 11,99 persen (y-o-y) menjadi Rp268,86 miliar.
Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di Kuartal I-2025 sebesar Rp759,12 juta, maka laba periode berajalan yang dicatatkan SMRA menjadi Rp316,04 miliar atau tersungkur 29,09 persen (y-o-y).













