ADVERTISEMENT
Berita Moneter
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity
  • Login
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Berita Moneter
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
  • KEUANGAN
  • MAKROEKONOMI
  • NASIONAL
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
Home Interview

Laras Febriany: Masih Ada Potensi Pemangkasan Suku Bunga The Fed  

gatti Reporter : gatti
22 Mar 2024, 9 : 04 PM
3.1k 63
0
Laras Febriany – Portfolio Manager, Fixed Income
PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI)

Laras Febriany – Portfolio Manager, Fixed Income PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI)

3.2k
SHARES
6.3k
VIEWS
ADVERTISEMENT

Investor asing mencatat penjualan bersih di pasar obligasi di awal tahun ini. Bagaimana minat investor domestik terhadap obligasi di minat asing yang fluktuatif?

Berikut kutipan wawancara dengan  Portfolio Manager, Fixed Income PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Laras Febriany.

Terdapat pandangan The Fed dapat mulai memangkas suku bunga tahun ini,  namun imbal hasil SBN 10-tahun justru mengalami peningkatan di awal tahun ini dari 6,45% menjadi 6,59%. Faktor apa yang mempengaruhi ini?

BacaJuga :

Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun Ini Terus Direvisi Naik

John Palinggi: Presiden Jokowi Sangat Brilian Menarik Investasi

Scroll untuk lanjutkan membaca.

Kondisi ini terjadi merespon data ekonomi AS yang lebih kuat dari ekspektasi, di mana data ketenagakerjaan dan inflasi cenderung lebih tinggi dari ekspektasi pasar di awal tahun ini.

Data ini memperkuat pandangan bahwa The Fed tidak perlu buru-buru menurunkan suku bunga.

Di sisi lain, data ini tidak sesuai dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga secara agresif di 2024.

Di awal tahun pasar memperkirakan The Fed dapat memangkas suku bunga sebesar 150bps tahun ini dengan pemangkasan pertama di bulan Maret, lebih agresif dibanding ekspektasi The Fed yang memperkirakan pemangkasan 75bps.

Merespon kondisi ini, pasar telah menyesuaikan ekspektasinya, di mana estimasi pemangkasan suku bunga pasar turun menjadi 80bps yang lebih selaras dengan ekspektasi The Fed.

Apakah masih ada keyakinan terhadap potensi pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini?

Kami masih melihat adanya potensi pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini. Sejauh ini yang berubah adalah ekspektasi pasar yang tadinya agresif menjadi lebih selaras dengan The Fed, sementara sikap The Fed masih belum berubah.

Dalam pernyataan terakhirnya di awal Maret, Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa The Fed semakin mendekati keyakinan yang dibutuhkan untuk mulai memangkas suku bunga.

Pernyataan ini menjadi indikasi bahwa keyakinan The Fed terus meningkat dan kita semakin mendekati periode pemangkasan suku bunga.

Inflasi Indonesia cenderung naik di awal tahun ini. Apakah ini berisiko menjadi kondisi yang persisten dan dapat mempengaruhi kebijakan suku bunga Bank Indonesia?

Dalam jangka pendek kami memang melihat tekanan inflasi Indonesia akan cenderung meningkat.

Penurunan produksi beras dan tertundanya masa panen akibat El Nino menyebabkan kenaikan harga beras yang dapat mendorong kenaikan inflasi dalam jangka pendek.

Kementerian Pertanian mengindikasikan bahwa periode panen raya mundur karena efek El Nino, dari biasanya terjadi di bulan Maret-April, menjadi April-Mei.

Selain itu periode Ramadhan juga secara musiman dapat menyebabkan inflasi cenderung naik.

Namun kami melihat beberapa faktor ini bersifat jangka pendek dan musiman yang harusnya tidak berdampak pada kebijakan BI dalam jangka menengah.

Tekanan inflasi berpotensi untuk mereda seiring dengan datangnya musim panen dan berakhirnya periode Ramadhan dan Idul Fitri.

Sebagai gambaran lain, inflasi inti yang mengindikasikan tekanan inflasi secara fundamental, masih menunjukkan tren melandai ke level 1,68% di Februari.

Investor asing mencatat penjualan bersih di pasar obligasi di awal tahun ini. Bagaimana minat investor domestik terhadap obligasi di minat asing yang fluktuatif? 

Kondisi global yang fluktuatif di tengah ketidakpastian kebijakan The Fed tentunya mempengaruhi selera investasi investor asing.

Positifnya, bauran kebijakan BI yang pro-stabilitas dan minat investor domestik yang kuat berhasil menopang pasar obligasi.

Di periode Januari hingga Februari investor asing mencatat penjualan bersih Rp5,5 triliun, namun BI membukukan pembelian bersih Rp39 triliun, dan investor individu mencatat pembelian bersih Rp22 triliun.

Permintaan yang kuat di lelang SUN juga menjadi indikasi minat investor yang tetap kuat. Hingga akhir Februari 2024, rata-rata penawaran lelang SUN mencapai Rp58 triliun per lelang, lebih tinggi dari rata-rata penawaran di 2023 IDR44 triliun.

Tingkat imbal hasil yang menarik serta optimisme pasar terhadap potensi pemangkasan suku bunga masih mendukung minat investor domestik terhadap pasar obligasi.

Dengan optimisme potensi pemangkasan suku bunga yang positif bagi pasar obligasi, adakah faktor risiko yang perlu diperhatikan investor?

Risiko utama adalah apabila terdapat indikasi pemangkasan suku bunga The Fed akan mundur, yang mungkin dipengaruhi oleh data ekonomi AS lebih resilien dari ekspektasi. Perubahan ekspektasi pasar tentunya dapat menyebabkan volatilitas di pasar.

Selain itu faktor geopolitik juga dapat menjadi faktor yang tidak dapat diprediksi, dengan konflik yang masih berlanjut di Timur Tengah dan Ukraina, serta hubungan AS – China yang cenderung tidak stabil.

Walau kondisi geopolitik ini tidak mempengaruhi ekonomi Indonesia secara langsung, namun eskalasi kondisi dapat mempengaruhi risk appetite investor.

Halaman :
12Berikutnya
Tags: Laras FebrianyMAMISBNSUNThe Fed
Share1290Tweet806SendSharePin290Share226
Berita Sebelumnya

Tingkat Hunian Hotel Minggu Kedua Ramadhan, Capai 80%

Berita Selanjutnya

Raih Revenue Rp17,95 Triliun, Laba Bersih INTP di 2023 Tumbuh 5,98%

Berita Terkait

Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun Ini Terus Direvisi Naik
Interview

Laras Febriany: Stabilitas Rupiah Mempengaruhi Arus Dana Asing ke Pasar Obligasi

18 Sep 2024, 12 : 44 PM
Kepala BPJPH, Muhammad Aqil Irham (tengah)/Foto: dok BPJPH
Interview

Gandeng APPMI, BPJPH: IGHF Jadikan Daya Saing Produk Fashion Lokal Tembus Pasar Global

12 Sep 2024, 7 : 24 PM
Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun Ini Terus Direvisi Naik
Interview

Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun Ini Terus Direvisi Naik

14 Jul 2024, 11 : 01 PM
John Palinggi: Presiden Jokowi Sangat Brilian Menarik Investasi
Interview

John Palinggi: Presiden Jokowi Sangat Brilian Menarik Investasi

17 Feb 2026, 2 : 56 PM
Dikotomi Capres Jawa-Non Jawa Membahayakan NKRI
Interview

Dikotomi Capres Jawa-Non Jawa Membahayakan NKRI

17 Feb 2026, 12 : 47 PM
Palinggi: Pembangunan Fokus Menuju Kemandiran Nasional
Interview

Palinggi: Pembangunan Fokus Menuju Kemandiran Nasional

17 Feb 2026, 12 : 39 PM
Berita Selanjutnya
Indocement tetap optimistis terhadap konsumsi semen domestik pada 2021, dengan perkiraan pertumbuhan 5 persen

Raih Revenue Rp17,95 Triliun, Laba Bersih INTP di 2023 Tumbuh 5,98%

Laba Bersih LPCK di 2023 Turun 47,63%  Jadi Rp 161,92 Miliar

Laba Bersih LPCK di 2023 Turun 47,63%  Jadi Rp 161,92 Miliar

Pada 2025, Transaksi Niaga Elektronik Diprediksi Tembus Rp1.230 Triliun

Pada 2025, Transaksi Niaga Elektronik Diprediksi Tembus Rp1.230 Triliun

Berita Populer

  • Haryanto Badjoeri, Pensiunan Pejabat DKI yang Tak Pernah Sepi Hatinya

    Haryanto Badjoeri, Pensiunan Pejabat DKI yang Tak Pernah Sepi Hatinya

    3288 shares
    Share 1315 Tweet 822
  • IHSG Pagi Ini Melejit 1,23% ke 8.373,237 Berkat Saham BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, UNVR, ASII, BUMI dan GOTO

    3258 shares
    Share 1303 Tweet 815
  • Minta Restu RUPSLB, Matahari Siap Gelar Right Issue 24 Miliar Saham

    3242 shares
    Share 1297 Tweet 811
  • Luncurkan GMA Affiliate Mega Pro, Gus Choi: Bisnis Gotong Royong Untuk Mencapai Kesejahteraan

    3542 shares
    Share 1417 Tweet 886
  • Ekspansi ke Jogjakarta, PT Garda Nusa Nipa Bangun Jejaring dan Silaturahmi ke Lingkungan Kraton

    3241 shares
    Share 1296 Tweet 810

Opini

Daaz Bara Lestari (DAAZ) Tambah Pinjaman ke Anak Usaha Jadi Rp22 Miliar

Daaz Bara Lestari (DAAZ) Tambah Pinjaman ke Anak Usaha Jadi Rp22 Miliar

25 Feb 2026, 7 : 13 PM
Pendapatan MCAS pada Triwulan I 2024 Turun 35,6%

Jatuh Tempo Maret 2026, Prime Agri (SGRO) Siap Lunasi Pokok Obligasi dan Sukuk I Tahun 2021 Seri B Rp205,2 Miliar

25 Feb 2026, 7 : 05 PM
Laba Bersih AUTO Sepanjang 2022 Meroket 117% Jadi Rp1,33 Triliun

Naik 8,4%, Astra Otoparts (AUTO) Cetak Laba Rp2,21 Triliun pada 2025

25 Feb 2026, 6 : 57 PM
IHSG Sesi I Naik 1,6% ke 8.047,222 Berkat Saham BBRI, BMRI, ASII, ANTM, BUMI dan DEWA

IHSG Naik 0,50% ke 8.322,227 Diungkit Saham TLKM, ASII, BBRI dan BBCA

25 Feb 2026, 6 : 31 PM
Masyarakat Adat Bukan Angka Politis dan Alat Diplomasi

Menggalang Kekuatan Kolektif untuk Mengawal Proses Pengesahan RUU Masyarakat Adat

25 Feb 2026, 5 : 24 PM
Suar News
Facebook Twitter Instagram TikTok Telegram
Berita Moneter

BERITAMONETER.COM menjadi portal berita yang paling terdepan hadir diruang kerja anda dengan menyuguhkan berita akurat yang sangat diperlukan bagi para pengambil kebijakan.
© 2024 - ALL RIGHTS RESERVED.

REDAKSI KAMI

Ruko Vinewood Residence 2, Jl. Moch. Kahfi II, RT.9/RW.5, Srengseng Sawah, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12640

TENTANG KAMI

  • About
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • IKLAN Advertorial
  • REDAKSI
  • indeks
  • Feed

© 2024 Berita Moneter - Berita Tentang Moneter Terlengkap Dan Terkini BeritaMoneter.Com.

Selamat Datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa Kata Sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity

© 2024 Berita Moneter - Berita Tentang Moneter Terlengkap Dan Terkini BeritaMoneter.Com.