JAKARTA,BERITAMONETER.COM –Bank Indonesia (BI) secara mengejutkan kembali menurunkan suku bunga acuan BI Rate ke level 4,75%, satu hari mendahului keputusan The Fed.
Padahal, nilai tukar Rupiah bisa dibilang masih belum terlalu stabil.
Director & Chief Investment Officer – Fixed Income PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Ezra Nazula mengataan pemangkasan BI Rate terakhir memang cukup mengejutkan.
Mayoritas ekonom dari berbagai institusi, tercermin dari konsensus Bloomberg, memperkirakan bulan September kemarin BI akan menahan suku bunga acuan setelah penurunan dua kali berturut-turut di Rapat Dewan Gubernur sebelumnya.
Namun memang berbeda dengan AS yang dipusingkan dengan masalah inflasi, bank sentral Indonesia lebih mudah mengambil keputusan pemangkasan.
Inflasi terjaga dan suku bunga riil tinggi, di sisi lain aktivitas ekonomi sedang lesu.
Hal ini membuat pemangkasan BI Rate dianggap masih perlu untuk mendorong pertumbuhan.
BI menekankan bahwa sejauh ini transmisi pemangkasan BI Rate kepada penurunan suku bunga deposito dan kredit belum maksimal karena likuiditas pasar yang masih ketat membatasi transmisi penurunan suku bunga.
Pertimbangan itulah yang membuat BI merasa pemangkasan lanjutan masih dibutuhkan.














