Dengan besaran data inflasi tahunan saat ini yang mendekati batas bawah di 1,5 persen, maka pasar akan lebih berekspektasi bahwa inflasi bisa sesuai perkiraan atau lebih tinggi, yang menggambarkan kebangkitan daya beli.
Pekan ini, BPS juga akan merilis data kunjungan wisatawan mancanegara (foreign tourist arrivals) ke Indonesia.
Data ini akan menjadi indikator penting bagi pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi nasional. Jumlah wisman sangat berpengaruh terhadap berbagai sektor, terutama perhotelan, transportasi, kuliner dan ritel.
Imam melanjutkan, pada 3 Februari 2025, Institute for Supply Management (ISM) akan merilis data ISM Manufacturing PMI Januari 2025 pada pukul 22:00 WIB. “Konsensus pasar memperkirakan, angka PMI akan berada di 49,5 atau sedikit lebih tinggi dari 49,3 pada Desember 2024,” katanya.
Dengan proyeksi PMI Januari 2025 di angka 49,5, maka sektor manufaktur AS diperkirakan masih mengalami kontraksi.
Data ini penting untuk memantau kesehatan sektor manufaktur dan bisa memengaruhi kebijakan moneter, serta keputusan investasi di pasar global.
Pada 3 Februari 2025, OPEC+ dijadwalkan mengadakan pertemuan untuk membahas kebijakan produksi minyak mereka. OPEC dan sekutunya, seperti Rusia dan Kazakhstan telah membatasi produksi minyak mereka sebesar 5,86 juta barel per hari sejak 2022, seiring dengan upaya mendukung stabilitas pasar minyak global.














