Sentimen yang akan mempengaruhi IHSG berupa pengumuman data non-farm payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran AS untuk Januari 2025.
Merujuk pada konsensus, NPF akan melandai ke 170 ribu dari Desember sebanyak 256 ribu.
Sementara itu, tingkat pengangguran AS diproyeksikan tetap berada di angka 4,1 persen.
Berikutnya, ucap Imam, pekan ini juga ada sentimen terkait China Inflation Rate. Pengumuman data Indeks Harga Konsumen (IHK) China untuk Januari 2025 dijadwalkan pada 9 Februari 2025.
Data inflasi China sangat penting bagi Indonesia, karena negara ini merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia.
“Jika inflasi di China meningkat, hal ini bisa berpengaruh pada daya beli masyarakat China, yang pada gilirannya dapat memengaruhi permintaan terhadap barang-barang ekspor Indonesia, seperti komoditas dan produk manufaktur. Sebaliknya, deflasi atau rendahnya inflasi di China bisa menurunkan permintaan tersebut,” papar Imam.
Bercermin pada sejumlah sentiment tersebut, maka IndoPremier sebagai sekuitas yang telah menghadirkan produk Booster Modal hingga 10x, merekomendasikan kepada para trader untuk mengoleksi empat Efek berikut ini:
1. Buy AADI (Entry 9450, Target 10450, Stop Loss <9100). Harga Newcastle coal futures yang stabil di level USD115 per ton menjadi sentimen positif bagi emiten batubara, termasuk PT Adaro Andalan Indonesia.














