Presiden juga menyatakan suka citanya mendengar pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Barat yang berada di atas rata-rata nasional. Berdasarkan data yang diterima olehnya, pertumbuhan ekonomi di sana menunjukkan angka 5,22 persen. Inilah yang diapresiasi secara khusus olehnya.”Tapi harus dipertahankan dengan kerja keras seluruh masyarakat,” ucapnya.
Namun Presiden mengingatkan agar berhati-hati, karena ekonomi dunia sekarang semuanya melambat, turun semuanya. “Kita dengan susah payah dan segala jurus kita keluarkan agar ekonomi kita tidak turun. Alhamdulillah tahun 2016 lalu kita tumbuh 5,02 persen,” Jokowi mengingatkan.
Seorang warga asli Sambas diminta untuk maju ke hadapannya saat Presiden memberikan sambutannya. Kepadanya Presiden Joko Widodo menanyakan kondisi perbatasan sebelum dilakukan pembangunan ulang. Kita tahu, dengan cara-cara serupa ini Presiden menjadi tahu segala permasalahan yang ada di lapangan. “Saya belum pernah ke sini. Sebelumnya ke Entikong sudah tiga kali. Dulunya seperti apa kantor perbatasan ini? Kalau jelek bilang jelek, kalau bagus bilang bagus,” tanyanya.
Dokter Boni, Ketua Dewan Adat Kabupaten Sambas, yang maju ke hadapan Presiden menjelaskan bahwa sebelum ini infrastruktur jalan di sekitar perbatasan masih dalam kondisi yang mengkhawatirkan.














