SURABAYA-Masyarakat Madura sangat kaya akan budaya.
Beragam budaya yang lahir dari pulau garam ini memperkaya khasanah budaya nasional.
Secara garis besar, jenis- kebudayaan tradisional Madura dapat dibagi dalam empat kelompok yaitu seni music, seni tari, upacara ritual dan seni pertunjukan.
Namun dari sejumlah potensi budaya Madura ini, hanya seni pertunjujan karapan sapi saja yang sudah go internasional.
Sementara potensi seni pertunjukan yang lain seperti sapek sonok atau sapi hias nyaris tidak terdengar.
Artinya, sapi hias ini kalah pamor disbanding karapan sapi. Padahal pentas sapi hias ini tidak kalah menariknya dibandingkan sepi pertunjukan karapan sapi.
Kondisi ini menggugah Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Said Abdullah. Putra Madura ini bertekad membawa kontes sapi sonok ke panggung internasional.
Said yakin, sape sonok memiliki potensi mendunia.
“Kalau tradisi sapek sonok ini dirawat, dilestarikan, budaya yang tidak terpisahkan dari masyarakat Madura ini pasti akan bisa go internasional,” jelas Said.
Bagi Said, kontes sapi sonok ini bukan hal yang baru.
Said menjadikan kegiatan budaya sapek sonok ini sebagai agenda rutin.
Karena mau tidak mau, suka atau tidak suka, sapek sonok ini bagian dari kekayaan kami orang Madura.














