Menurut Said, sapi sonok adalah aset kekayaan budaya lokal yang akan mampu melindungi anak bangsa dari berbagai hantaman budaya global.
Pengaruh budaya global saat ini demikian gencarnya, mengalir dari berbagai pintu media massa, sehingga menyebabkan generasi muda kehilangan jati dirinya.
Kekayaan seni budaya yang dimiliki oleh suku bangsa di Indonesia lambat laun akan punah.
Hal itu disebabkan oleh ketidakacuhan dari berbagai unsur, baik pihak pemerintah daerah, instansi pemerintah, tokoh formal maupun informal, masyarakat ataupun kaum generasi muda.
“Dalam menghadapi era globalisasi ini, kehadiran kesenian tradisional dalam hidup bermasyarakat di Madura menjadi jangkar yang sangat diperlukan untuk membentengi masyarakat sehingga tidak terjebak pada budaya impor (asing) yang bertentangan dengan jati diri masyarakat local,” pungkas Said.














