Himpitaan ekonomi akan lebih terasa lebih berat bagi bagi beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia. Pada saat perang dagang (trade war) yang telah berlangsung beberapa tahun, baru saja mereda.
Ekonomi global akan kembali mengalami tekanan yang lebih parah. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari posisi China yang telah berubah menjadi ekonomi terbesar kedua dunia setelah AS.
Hari ini, ekonomi China sebagai penyumbang 28 persen dari ekonomi global. Tidak bisa dipungkiri, China telah menjadi rantai pasok global (global supply-chain) bagi negara-negara di dunia.
Bahkan The Federal Reserve (The Fed), mengakui bahwa keadaan di China akan mempengaruhi ekonominya.
Lalu, bagaimana dengan nasib negara-negara lainnya yang perekonomiannya tidak sekuat AS, termasuk Indonesia.
Sudah pasti perlu langkah-langkah antisipatif yang bisa meminimalisir dampak Coronanomics bagi perekonomian Indonesia.
Mitigasi Resiko
Saya akan terus mendorong Pemerintah, untuk segera mengambil langkah-langkah yang bersifat antisipatif, untuk menghadapi dampak yang ditimbulkan oleh Coronanomics ini dalam beberapa waktu kedepan.
Kita tentu akan fokus, untuk terus menjaga perekonomian nasional disamping tetap berusaha untuk mencapai target-target yang terdapat dalam APBN 2020.














