Produk yang dikembangkan antara lain sabun, sampo, kecap, sambal, hingga kebutuhan pokok masyarakat.
“Gerai-gerai sembako Kopdes Merah Putih akan dikelola secara ritel modern,” ujarnya.
Selain itu, Kopdes Merah Putih juga direncanakan mengelola SPBU Nelayan untuk memenuhi kebutuhan solar di desa-desa pesisir.
Ferry menambahkan, kerja sama dengan Koperasi Baret Merah dapat diperluas ke sektor produksi pascapanen dan pembangunan perumahan bagi prajurit, dengan dukungan pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi.
Ustadz Adi Hidayat dalam kesempatan tersebut menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan Kopdes Merah Putih.
Menurutnya, keberadaan koperasi desa akan membangun ekonomi berbasis kerakyatan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.
“Maka, saya sangat mendukung rencana pembangunan koperasi di wilayah batalyon-batalyon baru Kopassus, karena memang ekosistemnya sudah ada,” kata Ustadz Adi.
Sementara itu, Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi mengungkapkan bahwa Kopassus akan mendirikan koperasi di batalyon-batalyon baru di sejumlah wilayah Indonesia.
Ia menilai potensi ekonomi kerakyatan dapat dikembangkan melalui koperasi, khususnya Kopdes Merah Putih.
“Saya menyambut baik rencana kita mengembangkan koperasi, khususnya Kopdes Merah Putih, dengan membantu distribusi pasca panen, penyediaan alat cold storage, dan sebagainya,” ucap Djon.













