“Karena, di Kendal khususnya dan kota sekitarnya di Jawa Tengah cukup banyak pelaku industri mebel dan fesyen,” ujarnya.
Saat ini, di KIK sudah masuk investor industri furnitur asal Singapura, yakni PT. Tat Wai Industries.
Perusahaan yang membangun pabrik di atas lahan seluas 10 ribu meter persegi dengan nilai investasi USD 2,39 juta ini akan menghasilkan produk furnitur berupa meja, kursi, dan lemari.
Selanjutnya, di KIK juga akan didirikan fashion city yang terintegrasi dari hulu sampai hilir dengan luas lahan mencapai 100 ha.
“Ini diharapkan akan meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk tekstil kita di pasar domestik dan ekspor,” tutur Airlangga.
Kota Fesyen tersebut bakal dilengkapi beberapa fasilitas, diantaranya pusat penyediaan bahan baku, perbelanjaan, pameran, serta penelitian dan pengembangan produk tekstil.
“Dengan beragamnya fasilitas yang disediakan, penyerapan tenaga kerja akan semakin banyak,” ujar Airlangga.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur KIK Ling Poon Lim menyampaikan, pengembangan KIK merupakan usaha patungan antara Graha Buana Cikarang, anak perusahaan PT Jababeka Tbk dengan perusahaan Singapura Sembcorp Development Indonesia Pte. Ltd., anak perusahaan Sembawang Development Ltd.














