JAKARTA-Untuk segera memulihkan keadaan sosial ekonomi pasca bencana gempa bumi di Aceh, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melakukan perbaikan infrastruktur dan rekonstruksi sejumlah bangunan yang terdampak.
“Pak Presiden sekarang menginginkan adanya pendekatan baru dalam penanganan bencana, dimana tahap tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi dapat dilakukan secara paralel,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau Masjid At-Taqarrub di Desa Keude, Kecamatan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya dalam rilis yang diterima di Jakarta, Minggu, (18/12/2016)
Basuki menyatakan untuk perbaikan prasarana dan sarana PUPR seperti air bersih, sanitasi, jembatan, jalan, dan fasilitas lainnya sudah dilakukan sejak tahap tanggap darurat.
“Semua perbaikan dan penyediaan infrastruktur sudah dilakukan. Saya kira bisa kita lihat. Tidak terlalu parah dampaknya, kecuali sebagian jalan, jembatan dan saluran irigasi sekunder ada yang rusak. Kita sudah perbaiki tidak ada hal yang khusus,” ujarnya.
Selain melakukan perbaikan infrastruktur PUPR, Basuki menyatakan Kementerian PUPR juga melakukan rekonstruksi Masjid At-Taqarrub di Kabupaten Pidie Jaya sesuai penugasan Presiden RI.
“Selanjutnya kita akan berkordinasi dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk rehabilitasi dan rekonstruksi Masjid dan Pesantren yang terkena dampak. Sebagian akan ditangani melalui CSR perusahaan, swadaya masyarakat/donatur, APBD dan APBN termasuk Kementerian PUPR,” jelasnya.













