JAKARTA-Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menegaskan pembangunan 7 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu secara fisik telah rampung. Namun untuk peresmiannya perlu dilakukan koordinasi dengan pihak lain seperti imigrasi, bea cukai dan balai karantina dan lainnya yang dikoordinir oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan.“Bapak Presiden tidak ingin yang diresmikan hanya bangunan saja, namun harus sudah operasional. Seperti PLBN Nangga Badau dan Aruk di Kalimantan sudah rampung namun masih menunggu koneksi fiber optiknya,” tegasnya dalam keterangannya pada wartawan di Jakarta, Kamis (29/12/2016).
Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo ketika meninjau PLBN Motamasin, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, mengatakan bahwa dirinya ingat betul ketika 2 tahun lalu melihat pos perbatasan yang kondisinya jelek dibandingkan dengan pos perbatasan milik negara tetanga. “Ini masalah wajah Indonesia, bukan hanya NTT. Saya perintahkan Menteri PUPR, perintah saya singkat dan jelas yakni bangun lebih baik dari negara sebelah,” kata Presiden Jokowi.
Setelah PLBN selesai dibangun, ternyata Presiden Jokowi mengagumi karena terlalu bagus dan megah. Oleh karenanya dirinya meminta pos lintas batas Motaain tak hanya terkait imigrasi dan bea cukai, pos lintas batas harus menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru di NTT. “Tahun ini kita selesaikan bangunan PLBN-nya, tahun depan pasarnya. Kita lihat 2 tahun lagi, saya yakin ada produk kita yang bisa diekspor karena hampir semua produk kita kompetitif dan harganya murah,” kata Presiden.














