“Terlebih di tengah kondisi pandemi seperti saat ini, dimana sektor konstruksi menjadi salah satu sektor andalan Pemerintah untuk ketahanan ekonomi bangsa, tentunya menyediakan tenaga kerja bersertikat adalah suatu keharusan,” kata Trisasongko saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Pelatihan di Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta secara virtual, Rabu (20/07/2020).
Bimtek dan pelatihan tersebut dilaksanakan dengan metode pelatihan jarak jauh atau distance learning dan pelatihan dengan metode hibrid (blended learning) yaitu gabungan pelatihan jarak jauh menggunakan video conference dan tatap muka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Dikatakan Trisasongko, Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tetapi membutuhkan kerjasama dari seluruh stakeholder industri konstruksi untuk terus meningkatkan tenaga kerja konstruksi yang kompeten.
“Selain memberikan pelatihan dalam hal ilmu bidang konstruksi, yang penting disampaikan kepada tenaga kerja konstruksi juga tentang kesadaran terhadap protokol kesehatan pada proyek konstruksi di masa pandemi covid-19 seperti saat in,” ujarnya.
Bimtek dan Pelatihan tersebut diikuti oleh 1.705 orang peserta yang di bagi ke dalam 5 kelas yang terdiri Bimtek memahami pemilihan jasa konstruksi sebanyak 905 orang peserta yang berasal dari penyedia jasa konstruksi, berkerjasama dengan Asosiasi Gapeksindo dan Direktorat Pengembangan Jasa Konstruksi.













