Tetapi beberapa analis justru merilis data pengangguran AS ke depan yang diperkirakan masih akan membesar.
“Survey keyakinan bisnis di China yang belum positif juga turut menekan rupiah,” kata dia.
Dia menambahkan depresiasi kurs rupiah juga masih dipicu oleh melemahnya mata uang euro setelah Fitch Rating menurunkan peringkat utang Italia menjadi BBB+ (triple B plus) dengan outlook negatif.
Dari internal, tekanan terhadap rupiah belum juga mereda. Penyebabnya adalah keseimbangan necara berjalan yang masih negatif.
Kondisi ini menekan rupiah.
“Rupiah masih akan terus tertekan. Namun, Bank Indonesia (BI) masih standby di pasar untuk menjaga pelemahan rupiah,” pungkas dia.














