Di sisi lain, program diversifikasi pangan lokal mendukung pengembangan pangan lokal sebagai alternatif seperti sagu, singkong, dan umbi-umbian, juga dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada beras, di samping gerakan Stop Boros Pangan.
Dengan kebijakan ini, Kepala NFA berharap upaya ini tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan nasional, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pengembangan ekosistem usaha pangan, termasuk peningkatan kesejahteraan para pelaku usaha pangan termasuk petani, distributor, dan pengolah, bisa mendapatkan manfaat melalui kepastian pasar, stabilitas harga, dan peluang usaha yang lebih luas.
NFA optimis bahwa Indonesia dapat mencapai swasembada pangan secara berkelanjutan dan mengurangi impor, bahkan mampu menjadi negara pengekspor pangan di masa depan, selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia.
Sebelumnya dalam Rapat Kabinet di Jakarta (2/12/2024) Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi kinerja kementerian/lembaga di bidang pangan atas upayanya dalam meningkatkan produksi, menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, serta memperkuat CPP. Diharapkan 2025 tidak impor beras.
“Apresiasi saya juga kepada Menteri Pertanian dan timnya, Bulog, Badan Pangan Nasional, semua unsur, Menteri BUMN dan BUMN yang berada di bawah pengawasan Menteri BUMN. Terima kasih langkah-langkah kita di akhir tahun 2024 juga karena dukungan Presiden Joko Widodo sebelumnya kita mampu mengatasi tahun ini yang tidak ringan,” ungkap Presiden.















