Sementara per triwulan I 2025, Asosiasi Asuransi Jiwa lndonesia (AAJI) mencatat investasi industri asuransi jiwa pada instrumen saham dan reksa dana mengalami koreksi cukup dalam, sementara investasi pada Surat Berharga Negara (SBN) meningkat.
Portofolio SBN mengalami pertumbuhan sebesar 12,9 persen yoy menjadi Rp214,23 triliun, dengan kontribusi terhadap total investasi sebesar 39,6 persen.
Portofolio investasi lainnya yang mengalami kenaikan adalah sukuk korporasi sebesar 12,3 persen yoy menjadi Rp51,67 triliun, dengan kontribusi 9,6 persen.
Sementara portofolio saham mengalami penurunan sebesar 19 persen yoy menjadi Rp119,79 triliun, dengan kontribusi sebesar 22,1 persen.
Portofolio reksa dana juga turun 10,5 persen yoy menjadi Rp65,79 triliun, dengan kontribusi 12,2 persen, sedangkan portofolio deposito menurun 7,9 persen yoy menjadi Rp36,43 triliun, dengan kontribusi 6,7 persen.















