JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pembiayaan perusahaan pegadaian mencapai Rp89,43 triliun per Januari 2025, tumbuh 28,27 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menjelaskan realisasi itu didominasi oleh penyaluran dalam bentuk produk gadai.
“Penyaluran didominasi oleh penyaluran dalam bentuk produk gadai, yaitu sebesar 82,18 persen atau senilai Rp73,49 triliun” ujar Agusman dalam keterangan kepada ANTARA di Jakarta, Senin (10/3).
Menurut dia, penyaluran pembiayaan itu diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap produk gadai, termasuk pada saat bulan Ramadhan.
Sebelumnya, Agusman juga menyampaikan tingkat pembiayaan macet (non-performing financing/NPF) tetap terjaga di tengah proyeksi tumbuhnya pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater dan pinjaman daring (pindar) menjelang hari raya Idul Fitri.
“Tentu saja kami harapkan (penyaluran pembiayaan) akan lebih terkendali agar tidak menimbulkan peningkatan non-performing financing ke depannya,” katanya.
Hingga saat ini, pertumbuhan kinerja pinjaman daring dan BNPL didukung dengan tingkat pembiayaan bermasalah yang masih terjaga.













