Untuk itu, program literasi dan edukasi keuangan syariah perlu dibiasakan sejak sekolah, dan terkait hal ini OJK bersama dengan pelaku industri perbankan syariah mengembangkan produk Simpanan Pelajar Perbankan Syariah (SimPel iB), tabungan siswa dengan persyaratan mudah dan sederhana serta fitur yang menarik, dalam rangka edukasi dan inklusi keuangan untuk mendorong budaya menabung sejak dini.
OJK akan terus melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan pasar modal – baik pasar saham maupun pasar surat utang -sebagai sumber pembiayaan yang semakin penting bagi dunia usaha, dengan kualitas infrastruktur dan regulasi yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini dibarengi dengan memperbesar akses bagi usaha kecil dan menengah pada sumber pembiayaan, baik perbankan, lembaga pembiayaan dan penjaminan, pasar modal, serta lembaga keuangan mikro. “OJK juga mendorong peningkatan basis investor ritel domestic,”jelasnya.
Dia berharap ekonomi syariah dapat membantu dalam peningkatan ketahanan dan daya saing pasar keuangan Indonesia menghadapi tantangan perekonomian nasional ke depan. Berdasar pada potensi benefit yang ditawarkan kepada masyarakat secara luas, OJK selaku otoritas sektor jasa keuangan terus menyempurnakan visi dan strategi kebijakan pengembangan sektor keuangan syariah, yang tertuang dalam Roadmap Perbankan Syariah Indonesia 2015-2019, dan diharapkan menjadi panduan arah pengembangan yang berisi inisiatif strategis untuk mencapai sasaran pengembangan yang ditetapkan.













