JAKARTA –PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menegaskan komitmennya untuk segera mencapai target kapasitas terpasang mencapai 1 gigawatt (GW) dalam dua hingga tiga tahun ke depan, dan terus melaju hingga 1,7 GW pada 2034.
Menurut Direktur Utama PGEO, Julfi Hadi dalam keterbukaan informasi perseroan yang dipublikasi Jumat (19/9), upaya mencapai target hingga 1,7 GW pada 2034 tersebut sejalan dengan potensi panas bumi yang mencapai 3 GW dari wilayah kerja yang dikelola PGEO.
Dia mengungkapkan, penetapan target jangka pendek dan panjang itu bukan sekadar ambisi korporasi, melainkan bagian dari kontribusi memperkuat ketahanan energi nasional.
“PGE telah mengidentifikasi potensi panas bumi hingga 3 GW dari 10 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola. Potensi ini adalah motor penting transisi menuju energi bersih,” ucapnya.
Selain berfokus pada listrik, lanjut Julfi, PGEO juga mulai mengembangkan strategi beyond electricity dengan memanfaatkan panas bumi untuk menghasilkan hidrogen hijau dan amonia hijau.
Dia mengatakan, proyek pilot hidrogen hijau di Ulubelu menjadi tonggak penting dari inisiatif tersebut.
Komitmen PGEO juga tercermin dari beroperasinya PLTP Lumut Balai Unit 2 (55 MW) yang diresmikan Juni 2025 dan pembangunan proyek PLTP Hululais Unit 1 & 2 (110 MW).














