Di mata Emanuel Dapa loka, orang hebat adalah orang yang dalam hidupnya tidak berfokus pada dirinya sendiri. Mereka mau keluar dari diri sendiri dan masuk ke dalam hidup konkret sesama dan menjadi teman seperjalanan di bawah terik mentari dan curah hujan. Selain dalam diri sosok-sosk dalam buku, pada cover semangat tersebut tervisualisasikan juga pada sampul buku. Tampak sebuah telapak kaki raksasa, hati, dan pohon yang tengah bertunas. Gambar ini menunjukkan laku hidup dari seorang yang peduli sesama. Dia berjalan menyusuri kehidupan konkret sesamanya yang disimbolkan dengan telapak kaki yang meraksasa. Dalam penyusurannya, ia mendengarkan bisikan hati nurani lalu terdorong berbuat secara konkret. Ya, kakinya yang bermata menjejak bumi, hati nuraninya yang fajar menyoroti dunia sekeliling, lalu lahirlah peduli dalam simbol tunas pohon.
Orang-orang hebat yang penulis sebut juga “matahari untuk Indonesia” tersebut antara lain adalah Franky Welirang (bos Indofood), Honardy Boentario (pengusaha pertambangan), Andre Graff (tukang sumur dari Prancis), Romo Franz Magnis-Suseno (guru besar filsafat dan ahli etika Jawa), Romo Vincentius Kirdjito (peraih Maarif Award), St. Kartono (guru dan kolumnis), Agust Dapa Loka (guru dan novelis), Aloysius Giyai (kepada RSU Abepura), Anthony Dio Martin (motivator), dan Zuhairi Misrawi (intelektual muda NU).














