JAKARTA – Saat memulai transaksi perdana pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, saham PT Sinar Terang Mandiri Tbk(MINE) langsung melesat ke titik auto-rejection atas (ARA) atau menguat 25 persen ke level 270.
Saham MINE yang ditawarkan Rp216 per saham berhasil menguat optimal, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok ke zona merah.
Hingga pukul 9.25 WIB, nilai transaksi MINE tercatat sebesar Rp176,1 juta, sedangkan volume transaksi sebanyak 652,5 ribu saham.
Menurut Direktur Utama MINE, Ivo Wangarry, masyarakat memiliki antusiasme yang tinggi terhadap saham perseroan.
“Permintaan mengalami oversubscribed hingga 25 kali,” kata Ivo di Gedung BEI Jakarta, Senin (10/3).
Dia mengungkapkan, pelaksaaan IPO dan pencatatan saham di BEI menjadi strategi perseroan untuk memperkuat posisi melalui ekspansi bisnis, meningkatkan transparansi, dan memberikan dukungan untuk menjalankan rencana bisnis secara optimal.
“Dana dari IPO ini mayoritas kami gunakan untuk belanja modal pembelian alat berat sebagai bagian dari ekspansi bisnis. Hal ini untuk menangkap peluang lebih besar di sektor pertambangan nikel, mengingat potensi industri masih sangat besar,” paparnya.
Pada pelaksaaan IPO MINE selama kurun 4-6 Maret 2025, perseroan melepas saham ke publik sebanyak 612.665.300 lembar bernilai nominal Rp100 per saham atau setara dengan 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.















