Selain itu, pergantian kabinet baru-baru ini dipandang positif bagi proses reformasi ekonomi di Indonesia. “Tingkat kepercayaan dunia usaha juga semakin meningkat sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, kinerja perdagangan, dan investasi bagi Indonesia,” kata Iman.
Beberapa pihak juga mengapresiasi langkah Indonesia memperbanyak kerja sama perdagangan bebas dengan dengan mitra dagang, seperti Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), Indonesia European Free Trade Association-Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA), dan Indonesia European Union-Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Bahkan niat Indonesia untuk bergabung dalam Kemitraan Trans-Pasifik (Trans-Pacific Partnership/TPP) menjadi langkah nyata Pemerintah untuk merespon tuntutan dan tantangan global yang diwarnai datangnya era ekonomi digital dan global value chain (GVC).
Iman menjelaskan bahwa Indonesia dianggap penting bagi negara mitra dagang. Banyak potensi yang dapat digali lebih optimal dengan semakin meningkatnya peranan ASEAN dalam memberikan kontribusi yang signifikan dalam pertumbuhan perekonomian global.
Indonesia saat ini tidak hanya fokus pada isu kelapa sawit, namun juga isu-isu yang terkait dengan kepentingan akses pasar untuk sumber daya alam seperti kakao, kelapa, dan kopi yang berorientasi pada nilai tambah. Selain itu, isu-isu standardisasi dan rekognisi juga menjadi prioritas dalam meningkatkan akses pasar Indonesia ke negara tujuan ekspor.















