Bahkan bantuan yang diserahkan pihak kelurahan kepada Kakek Paijo berupa beras itu, juga diabadikan pihak kelurahan. Tujuannya, tentu untuk mencounter video dan gambar viral potret kemiskinan dan kelalaian Pemerintah mendata warga susah.

Pihaknya juga membantah, bahwa kakek Paijo, terlepas dari pemantauan tim kelurahan di lapangan, untuk memperoleh Bansos dari Pemerintah.
“Engga, kita tahu kok. Dia juga sudah kami daftarkan untuk masuk sebagai daftar orang penerima bantuan. Penyalurannya kan bertahap,” jelas Cecep.
Seperti diketahui, sebelumnya, Pemerintah Pusat melalui Kemensos, Dinas sosial Provinsi dan Kota, memiliki sejumlah bantuan sosial, bagi kelompok masyarakat rentan, Lansia dan Ibu hamil.
Berbagai program bantuan sosial berupa paket sembako, biaya hidup, biaya pendidikan dan lainnya itu, masih kerap terjadi kekeliruan.
Masyarakat kerap menemukan adanya penyaluran bantuan tidak tepat sasaran. Terlebih, saat ini Pemerintah kembali menggelontorkan dana besar, untuk membantu masyarakat terdampak covid-19.
Masyarakat miskin berharap, Pemerintah dan petugas pendata warga penerima bantuan sosial, bisa adil dalam menentukan keluarga miskin yang pantas menerima Bantuan.
“Ya, jangan keluarganya sampai salah. Harus adil. Jangan sampai bantuan sosial buat orang engga punya, diberikan ke orang punya,” kata Paijo.













