JAKARTA – Panja PLN terus mendalami dugaan penyelewengan tender dalam proyek PLTU Jawa 7, Bojonegara, Banten.
Setelah memanggil Dirut PLN, kini sejumlah perusahaan yang pernah mengikuti tender tersebut akan dipanggil.
“Kita lagi cari cara untuk mengundang 6 perusahaan yang ikut tender, karena dari mereka akan terungkap bagaimana prosedur yang diduga dilanggar,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR Azam Azman Natawijana kepada wartawan di Jakarta, Minggu (6/3/2016).
Namun karena 6 perusahaan tersebut mayoritas asing, lanjut Azam, Panja PLN hanya mengirim sejumlah daftar pertanyaan. Sehingga perusahaan tersebut bisa menjawabnya.
“Mereka kantor pusatnya di luar negeri, jadi kita kirimkan pertanyaan saja. Karena memiliki perwakilan di Indonesia,” tambahnya.
Azam optimis perusahaan tersebut bisa memberikan penjelasan seperti yang diminta DPR. Masalahnya ini menyangkut kredibilitas BUMN.
“Tentu kita menunggu respon mereka, apalagi mereka punya kepentingan juga di Indonesia,” tuturnya.
Selain mengundang peserta tender, sambung anggota Fraksi Partai Demokrat, Panja juga akan memanggil panitia tender. Jadi masing-masing punya penjelasan.
“Dengan begitu kita akan konfrontir keduanya. Di situ juga akan diketahui mana perusahaan yang melanggar dan tidak,” papar Azam lagi.














