PASURUAN – Komitmen pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Timur PDI Perjuangan, Bambang DH-Said Abdullah dalam memperjuangkan kesetaraan gender tidak perlu diragukan lagi.
Hal ini tercermin dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang responsif gender.
“Jika kami dipercayakan oleh rakyat Jawa Timur untuk mengelola pemerintahan maka kesetaraan gender akan diperjuangkan. Ini sudah menjadi komitmen kami,” jelas calon wakil gubernur Jawa Timur, Said Abdullah disela-sela Program Pemberdayaan Ekonomi dalam Rangka Peningkatan Ekonomi Rakyat Jawa Timur bekerjasama dengan KePPak Perempuan-OPI-Koran Madura di Pasuruan, Selasa (28/5).
Dalam APBD, kata Said, setiap desa mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 400 juta per tahun.
Dari angka itu, sebesar Rp 150 juta dipergunakan untuk pemberdayaan perempuan. Sementara Rp 250 juta dipakai untuk pembangunan infrastruktur.
“Itu artinya, kami membuat APBN yang responsif terhadap gender,” tutur dia.
Menurut dia, ada sejumlah program penting yang diusung PDI Perjuangan di Jawa Timur.
Namun, ada dua program utama yang diusung Bambang-Said. Pertama, program kartu jempol.
Kartu jempol ini kata dia memiliki dua fungsi. Bagi masyarakat Jawa Timur yang pendapatannya dibawah Rp 500 ribu per bulan, berhak mendapatkan kartu jempol.













