Dengan kartu jempol kata dia, keluarga Jawa Timur bisa mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan.
“Apakah dia menderita lever, tumor atau sakit apapun, pemerintah menyediakan kartu jempol,” jelas dia.
“Intinya, kami ingin warga Jawa Timur yang sehat dan bukan tidak sehat,” tutur dia.
Selain untuk kesehatan jelas dia, kartu jempol ini juga dapat dipergunakan untuk pendidikan.
“Dari mulai SD, SMP, SMA, MTiS dan madrasyah, itupun gratis,” tegas dia.
Sehingga warga Jawa Timur nantinya tidak lagi memerlukan Surat Keterangan Tanda Miskkin (SKTM).
Karena tidak seorangpun warga yang mau disebut miskin.
“Jadi, hentikan SKTM. Semua masyarakat yang pendapatannya Rp 500 ribu kebawah wajib mendapatkan kartu jempol,” urai dia.
Selain kartu jempol, pasangan Bambang-Sadi juga meluncurkan program Penangunggan Kemiskinan Berbasis Desa (Gunades).
Kalau sekarang, pemda Jawa Timur mempunya program koperasi untuk ibu-ibu, tetapi tidak semua desa mendapatkan fasilitas tersebut.
“Kami tidak ingin ada perlakuan diskriminasi terhadap desa-desa di Jawa Timur,” pungkasnya.













