SURABAYA-Pemerintah belum menuntaskan pembangunan jalur ganda atau double track kereta api (KA) jurusan Jakarta–Surabaya. Padahal, sesuai target, pembangunan double track sepanjang 725 km tersebut selesai akhir Desember 2013.
Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Sri Winarto kepada wartawan di Surabaya, Senin (25/11) mengatakan sejauh ini progress pembangunan double track baru mencapai 75-80 persen. Menurut Satuan Kerja (Satker) dari Kementerian Perhubungan RI yang bertanggung jawab proyek double track, pengerjaan mega proyek double track tersebut sudah mencapai sekitar 75 persen. Jadi ini pasti molor karena masih ada di beberapa titik yang belum selesai penyambungan relnya,” kata Win, sapaan karib Sri Winarto.
Jalur yang belum tersambung kata Win, berada di Tandes dan Cerme Gresik. Sulitnya pembebasan lahan menjadi kendala utama dalam proses pembangunan double track tersebut. Harga tanah yang cukup tinggi tampaknya menyebabkan pemilik lahan dan pemerintah tidak menemukan kata sepakat. Memang sesuai dengan target yang ditetapkan Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, pengoperasian double track akan dilakukan secara bertahap, sejalan dengan penyelesaian pada beberapa ruas jalur. “Di beberapa spot masih ada pembebasan lahan yang masih berlangsung. Ada spot-spot yang belum kelar, karena harga tanah belum ada kesepakatan antara masyarakat dan Satker. Sudah ada kemajuan di Semarang-Bojonegoro, Bojonegoro-Surabaya cukup baik yang sebelumnya sempat ada kendala,” paparnya.















