JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN)akan meningkatkan intensitas penyaluran pembiayaan ke sejumlah komunitas di lingkungan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam upaya mendorong kinerja BTN Syariah yang per Kuartal I-2025 berhasil menyalurkan pembiayaan perumahan subsidi sebesar Rp28,5 triliun.
Berdasarkan siaran pers BBTN yang dikirim melalui surat elektronik, Senin (28/7), hingga akhir Maret 2025 nilai penyaluran pembiayaan perumahan subsidi oleh BTN Syariah sebesar Rp28,5 triliun atau meningkat 16,3 persen (year-on-year).
Sementara itu, total penyaluran pembiayaan hingga akhir Kuartal I-2025 mencapai Rp46,26 triliun atau melonjak 18,2 persen (y-o-y).
Menurut Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait dalam siaran pers BBTN, pada tahun ini pemerintah mengalokasi jumlah rumah subsidi mencapai 350 ribu unit yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah.
“BTN yang paling banyak menyalurkan pembiayaan rumah subsidi, sebanyak 220 ribu unit dari total 350 ribu unit,” kata Maruarar.
Direktur Utama BBTN, Nixon LP Napitupulu menyampaikan, pada tahun ini BTN akan meningkatkan intensitas penyaluran pembiayaan rumah subsidi dengan skema syariah.
Pada akhir pekan lalu (26/7), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dan BBTN meluncurkan program pembiayaan rumah subsidi dengan skema syariah bagi guru mengaji, da’i dan pegawai ormas Islam di lingkungan MUI.














