Lebih jauh kata Indria, sejak pemilihan presiden secara langsung dilaksanakan, citra suksesi kepemimpinan di Indonesia berubah. Karena tidak lagi selalu dicitrakan dengan pertumpahan darah. “Ini menggugurkan tesis sejumlah peneliti tentang Indonesia,” terangnya.
Dulu, sambung Indria, suksesi kepemimpin raja-raja Jawa, terutama Mataram selalu diwarnai dengan pertumpahan darah. “Begitu pula dengan yang terjadi pada era Soekarno dan Soeharto,” pungkasnya. (ek)














