JAKARTA – Pemerintah berkeinginan mendorong Indonesia keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah (middle income trap).
Hal ini dapat tercapai jika rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia dibidik sebesar 8 persen dalam lima tahun ke depan, mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto.
Oleh karena itu, diperlukan upaya sinergi dari berbagai pihak dalam peningkatan produktivitas di berbagai sektor, termasuk industri manufaktur yang selama ini menjadi tulang punggung bagi perekonomian nasional.
“Inovasi teknologi, peningkatan keterampilan dan pendidikan, serta efisiensi manajerial dan teknis merupakan kunci untuk peningkatan produktivitas,” kata Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dalam keterangan resminya, Minggu (22/12).
Kementerian Perindustrian mendapatkan amanat besar untuk mengelola aktivitas produksi di industri manufaktur guna dapat memberikan sumbangan PDB nasional lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Perhitungan ideal untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, sektor industri harus tumbuh antara 8 hingga 8,6 persen, dan kontribusinya mencapai 22 persen.
“Untuk mencapainya, harus ditempuh dengan cara yang berbeda, karena dengan cara yang umum sumber daya kita tidak akan cukup. Dengan demikian, kita harus mencari terobosan supaya dapat mencapai peningkatan industri dan sumbangan berupa kinerja kementerian yang tinggi,” tuturnya.















