Selain menetapkan HBP Kedelai, Kemendag secara harian terus memantau perkembangan harga bahan kebutuhan pokok dari 165 pasar di 33 provinsi, terutama menjelang Idul Adha.
Hasil pemantauan menunjukan bahwa pada H-2 menjelang Idul Adha (3 Oktober 2014) dibanding seminggu lalu, harga umumnya relatif stabil.
Pada H-2 menjelang Idul Adha 2014 dibanding seminggu sebelumnya, harga komoditas beras, gula, minyak goreng curah, tepung terigu, kedelai, daging sapi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, dan bawang putih relatif stabil.
Komoditas yang harganya naik > 3% hanya cabe merah keriting (19,22% dari Rp 27.400/kg menjadi Rp 32.700/kg), cabe merah besar (13,53% dari Rp 27.600/kg menjadi Rp 31.400/kg), dan cabe rawit merah (4,12% dari Rp 28.700/kg menjadi Rp 29.900/kg).
Menurut Srie, kenaikan harga cabe tersebut disebabkan oleh meningkatnya permintaan menjelang Idul Adha dari luar Pulau Jawa (Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Indonesia Timur) dan mulai berkurangnya produksi akibat musim kemarau di daerah sentra produksi Blitar, Malang, Tuban, Blora, Demak, dan Magelang.
Harga daging sapi pada H-2 menjelang Idul Adha 2014 dibanding seminggu lalu masih relatif stabil, hanya naik 2,18% dari Rp 99.900/kg menjadi Rp 102.100/kg. Sedangkan harga sapi lokal mencapai Rp 58.000/kg-Rp 60.000/kg berat hidup. “Harga sapi lokal naik karena tingginya permintaan untuk qurban, namun tidak mempengaruhi harga eceran karena sapi tersebut untuk kebutuhan sosial dan keagamaan,” jelas Srie.














