“Pelabuhan ini dibangun bertahap, pertama adalah tahun depan, setelah itu kurang lebih tahun 2023, dan terakhir tahun 2027. Pada saat tahun 2027 Patimban sudah dalam kapasitas 7.5 juta TEUs seperti Pelabuhan Tanjung Priok sekarang,” tambah Menhub.
Dalam pembangunan salah satu Proyek Strategis Nasional ini Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Jepang dalam pendanaannya. Dengan kerja sama ini, Menteri Perhubungan berharap agar hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jepang selama 60 tahun ini tidak hanya memberikan ikatan persahabatan namun juga dapat meningkatkan perekonomian masing-masing negara.
“Pemerintah Jepang memberikan loan, soft loan jangka panjang 40 tahun. Dan memang kerja sama ini adalah kerja sama yang strategis karena ini menandai hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang itu 60 tahun. Harapannya kerja sama ini tidak hanya memberikan ikatan persahabatan antara Indonesia dan Jepang tetapi juga meningkatkan perekonomian kita,” tutup Menhub Budi.
Dalam kunjungannya, Menteri Perhubungan turut didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii, Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto, Anggota Komisi V DPR RI Yoseph Umar Hadi, serta Direktur Jenderal Perhubungan Laut Agus H. Purnomo.













