JAKARTA-PT Merck Tbk (MERK) selama sembilan bulan pertama di 2023, hanya mampu membukukan laba bersih tahun berjalan senilai Rp130,39 miliar atau merosot 12,93 persen dibanding capaian di periode yang sama setahun sebelumnya Rp149,75 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip Jumat (3/11), pendapatan MERK untuk periode Januari-September 2023 sebesar Rp780,55 miliar atau melorot 10,2 persen dibanding periode Januari-September 2022 yang mencapai Rp869,24 miliar.
Seiring dengan penurunan revenue tersebut, beban pokok pendapatan MERK selama sembilan bulan pertama tahun ini bisa ditekan 14,43 persen (y-o-y) menjadi Rp465,22 miliar.
Sehingga pada Kuartal III-2023, laba bruto emiten yang dikendalikan Merck Holding GmbH ini menjadi Rp315,33 miliar atau menurun 3,14 persen.
Namun demikian, laba usaha yang dibukukan MERK selama sembilan bulan pertama tahun ini tercatat Rp171,32 miliar atau terperosok 11,65 persen (y-o-y).
Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan pada Kuartal III-2023 tercatat Rp169,32 miliar atau menukik 12,24 persen (y-o-y).
Penurunan cukup signifikan pada laba sebelum pajak tersebut, terutama dipengaruhi oleh lonjakan beban keuangan per Kuartal III-2023 yang sebesar 25,78 persen (y-o-y) menjadi Rp2,83 miliar.
Sementara itu, pendapatan keuangan di Kuartal III-2023 tercatat anjlok 34,5 persen (y-o-y) menjadi Rp830,18 juta.
Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) per Kuartal III-2023 yang sebesar Rp38,93 miliar, maka laba bersih tahun berjalan yang dibukukan MERK menjadi Rp130,39 miliar atau merosot 12,93 persen (y-o-y).
Sehingga, saldo laba MERK per 30 September 2023 menjadi Rp704,31 miliar atau menyusut 1,81 persen dibanding per 31 Desember 2022.
Maka, total ekuitas hingga akhir Kuartal III-2023 tercatat menurun 1,71 persen menjadi Rp744,27 miliar dari Rp757,24 miliar pada akhir Desember 2022.













