Sebelumnya, ada 4 calon yang diusulkan DPC PD untuk menggantikan posisi WW. Nama-nama itu antara lain Moch. Machmud (Ketua Komisi B), Rusli Yusuf (Anggota Komisi B), Ratih (Komisi A) dan Junaidi (Komisi D).
Sementara itu, Adies Kadir selaku penasihat Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Kota Surabaya menyatakan, calon pengganti WW dari Partai Demokrat harus lebih hebat dan berani dari sebelumnya. “Pastinya, fraksi kami juga ingin mengukur calon pengganti yang diusung nanti. Paling tidak kemampuan harus setara. Di internal Demokrat, kami yakin ada yang memiliki kemampuan minimal sama dengan Pak WW. Kalau kemampuan penggantinya tidak sama, untuk apa. Kan percuma saja,” kata dia.
Namun, pria yang menjabat Ketua DPD Partai Golkar Surabaya ini menekankan, jika persoalan pemecatan WW dari Partai Demokrat yang dilanjutkan reposisi dan PAW, FPG tidak memiliki kepentingan apapun. “Intinya, Golkar secara komposisi tidak akan mencampuri urusan rumah tangga orang lain. Sikap partai jelas, yakni secara hubungan pribadi dengan WW tidak ada masalah. Namun, secara kelembagaan di dewan, semua sudah tahu fraksi Golkar selalu berseberangan dengan yang bersangkuatan sejak dari awal,” katanya.
Dirinya juga menambahkan, jika langkah internal Demokrat mengajukan calon pengganti tidak setara dengan kemampuan WW yang dinilai berani, dipastikan langkah tersebut tidak akan mendapat dukungan dari fraksi lain













