Dia mengaku, minat penukaran uang paling besar adalah untuk pecahan 5 ribu rupiah dan 10 ribu rupiiah.
“Itu paling banyak dimintai dan ada Rp 20 ribu tapi sedikit,” ujarnya.
Berdasarkan catatan di tahun-tahun sebelumnya, kebutuhan uang tunai menjelang lebaran bisa mencapai 103 triliun rupiah.
Sehingga, lanjut dia, penukaran uang pecahan kecil akan terus meningkat dari realisasi saat ini.
Menurut Lambok, kebutuhan penukaran uang di Monas diperkirakan akan mencapai 58,4 miliar rupiah.
“Selain di Monas, kami menyediakan 60 titik tempat penukaran uang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Jakarta. Antara lain, di Tanah Abang, Mangga Dua, Jatinegara, Rawamangun, rest area Tol Jagorawi, Tol Cikampek dan beberapa tempat lainnya,” imbuh dia.
Lambok berharap, rutinitas tahunan kegiatan penukaran yang dilakukan BI ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan kecil di saat Lebaran.
“Kami berharap masyarakat bisa menukar uang di 11 bank itu. Ini kami lakukan untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan,” kata dia.














