Karena, dilihat dari opportunity ke depan, UMKM ini akan memberikan cukup kontribusi terkait sebagai penyokong ekonomi nasional.
“Segmen UMKM masih akan terus menjadi target pasar pada perbankan nasional, sehingga persaingan dalam meningkatkan pangsa pasar pada segmen ini juga semakin meningkat,” tukas Ecky.
Ecky juga mengatakan fungsi perbankan nasional harus mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendorong pembangunan ekonomi nasional yang berkesinambungan.
Namun hal ini masih menjadi salah satu kelemahan dari perbankan nasional saat ini.
Di mana, Financial Inclusion atau kemampuan perbankan untuk meningkatkan pelayanan ke seluruh konsumen seluruh level di masyarakat harus ditingkatkan.
Harus ada perhatian serius dari publik agar fungsi intermediasi dari perbankan yang terkait dengan rendahnya financial inclusion itu bisa terwujud.
Kondisi UMKM saat ini yang mampu mengakses pembiayaan hanya sekitar 30 persen. Jumlah kepemilikan rekening masih di bawah 50 persen dari total penduduk Indonesia.
Bahkan hanya sekitar 0,2 persen investor domestik yang masuk ke pasar modal.
Berbeda dengan Singapura yang 30 persen investor domestiknya masuk ke pasar modal dan Malaysia 12,8 persen investor domestiknya masuk ke pasar modal.













