Hingga saat ini, program Prukades telah diterapkan oleh 43 kabupaten dengan produk unggulan berbeda.
“Dalam forum ini, mereka (bupati) saling menunjukkan produk unggulan masing-masing di setiap daerah. Kemudian bank dan dunia usaha mendengar. Dalam hal ini bank dan dunia usaha akan melihat opportunity (peluang),” tambahnya.
Forum tersebut melibatkan 20 bupati/perwakilan, perusahaan swasta, perbankan, dan beberapa kementerian/lembaga terkait.
Prukades adalah upaya untuk membentuk klaster ekonomi yang saat ini dikeroyok oleh 19 kementerian/lembaga.
Klaster ekonomi dibutuhkan untuk memenuhi skala produksi agar sarana pascapanen bisa masuk ke desa.
“Desa kita ini miskin karena tidak punya pasar,” ungkap lelaki yang pernah mengenyam pendidikan di University of Kentucky, Lexington, AS.
Dijelaskan Eko, yang dimaksud dengan pasar adalah sarana pasca panen kalau sektor pertanian.
Sarana pasca panen tidak bisa masuk ke desa karena skala produksinya tidak cukup sehingga menjadi tidak ekonomis.
Sementara itu pakar ekonomi Aviliani mengatakan program Prukades tidak hanya bertujuan untuk memberdayakan masyarakat miskin, melainkan juga untuk meningkatkan daya saing dengan menyatukan beberapa desa melalui satu produk unggulan.












