Menurut Aviliani, forum bisnis Prukades tersebut bisa dimanfaatkan untuk mennyinkronkan antara kebutuhan perusahaan dan potensi yang dimiliki oleh desa di masing-masing daerah.
“Prukades itu ada yang sudah tercipta dari dulu, ini natural. Tapi ada juga daerah yang mereka punya lahan tapi belum tahu mau dibikin apa. Nah melalui forum bisnis tersebut, perusahaan-perusahaan yang hadir bisa dilihat mereka butuhnya apa, sehingg ada business matching (pencocokan). Sehingga nanti lahan itu bisa dikelola sesuai kebutuhan perusahaan, kemudian annti perusahaan itu yang beli, begitu,” terangnya.
Selain itu, lanjut Aviliani, selama ini Prukades yang sudah ada yang terbentuk dengan sendirinya, cenderung memiliki skala ekonomi dan kualitas yang rendah.
Sehingga dalam forum tersebut, perusahaan yang berkepentingan dapat memberikan pelatihan, bibit ataupun pupuk agar kualitas dan skala produk menjadi meningkat.
“Kita tahu bahwa sektor pertanian kita yang produktif baru kelapa sawit, yang lain belum memenuhi skala ekonomi. Nah, harapannya dengan temu bisnis ini bisa progresif pengembangan dari skala ekonominya kemudian juga pendapatan petaninya,” ujarnya. ***eko













