Alasan lainnya, kata Ecky, adalah tekanan fiskal dan moneter pada perekonomian Indonesia yang ditandai dengan defisit APBN yang melebar, defisit neraca perdagangan, serta penurunan cadangan devisa. “Menkeu baru nantinya harus menyesuaikan diri dengan situasi seperti ini. Padahal, bukan saatnya lagi penyesuaian, tapi harus memberikan solusi cepat yang efisien dan efektif,” tegasnya.
Ecky menyoroti secara khusus kondisi perekonomian dunia yang sedang memburuk, ditandai dengan pertumbuhan ekonomi Negara-negara Eropa dan beberapa negara besar lainnya yang negatif dan melemah. Sekarang atau nanti, tambah Ecky, dampaknya akan segera terasa bagi perekonomian Indonesia.
“Sekali lagi kami tegaskan, pemerintahan ini berada dalam situasi ekonomi global yang tidak menentu serta situasi politik di Indonesia yang dinamis. Sebaiknya saudara Agus Marto fokus pada tugasnya sebegai Menteri Keuangan dan mengawal stabilitas ekonomi Indonesia sampai tahun 2014,” pungkas Ecky.













