Mendag menjelaskan, di tengah pandemi Covid-19 dan proteksionisme perdagangan, kemitraan dengan negara-negara lain perlu terus dijalin dan dikembangkan.
“Upaya ini juga dalam rangka membuka pasar Indonesia di negara-negara tujuan ekspor nontradisional sekaligus mencari solusi bersama pemulihan ekonomi yang telah terimbas pandemi Covid-19,” ungkapnya.
Pada 2020, nilai total perdagangan Indonesia dengan Rusia teracatat sebesar USD 1,93 miliar dengan ekspor Indonesia ke Rusia sebesar USD 970 juta dan impor Indonesia dari Rusia sebesar USD 960 juta.
Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia surplus USD 10 juta dari Rusia.
Komoditas ekspor utama Indonesia ke Rusia antara lain minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan produk turunannya, kopra, karet alam, dan mentega kakao.
Adapun komoditas impor Indonesia dari Rusia adalah besi dan baja setengah jadi, batu bara, serta pupuk nonorganik atau kimia.
Hadiri Forum SPIEF 2021
Selain pertemuan bilateral, Mendag Lutfi dijadwalkan menghadiri Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (St. Petersburg International Economic Forum/SPIEF) ke-24 di St. Petersburg, Rusia.
Pada SPIEF yang berlangsung pada 2–5 Juni 2021, Mendag Lutfi akan bergabung dalam sesi EAEU-ASEAN Business Dialouge.














