JAKARTA – Manajemen Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) mengumumkan, pihaknya telah mengambilalih 39% saham PT Prodia Diagnostic Line (Prolin).
Prolin adalah perusahaan terafiliasi dengan Perseroan. Prolin memproduksi berbagai alat kesehatan diagnostik in vitro pada 26 Juni 2024.
Dewi Muliaty, Direktur Utama PRDA, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (28/6/2024) mengatakan, pembelian saham Proline merupakan langkah strategis untuk memperkuat dan mengamankan rantai pasok Perseroan di masa mendatang.
Dengan memiliki saham di Proline, papar Dewi, Perseroan dapat memastikan kendali yang lebih besar atas rantai pasok. Hal ini dapat mengurangi risiko keterlambatan dan ketidakpastian yang terjadi dalam logistik pihak ketiga.
Selain itu, akuisisi Proline juga untuk mendukung Pemerintah dalam membangun kemandirian alat kesehatan di Indonesia secara berkesinambungan.
Proline merupakan perusahaan yang tepat bagi Perseroan untuk berinvestasi karena memiliki produk-produk dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) tinggi.
“Kami telah mempelajari kinerja Proline setidaknya hingga tahun 2023. Proline mampu mengembangkan produk diagnostik dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi dan mampu mengisi keperluan bahan baku diagnostik bagi layanan laboratorium swasta maupun pemerintah. Kami berharap langkah strategis ini dapat semakin mengukuhkan posisi Perseroan dalam mengamankan pelayanan dan meningkatkan kinerja bisnisnya di masa mendatang,” kata Dewi.














