Selanjutnya, 28,86% akan digunakan untuk belanja modal pembelian alat berat. Selebihnya, dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi ini akan dialokasikan untuk mendukung kegiatan operasional BUMA di Indonesia dan Australia. Dengan rekam jejak yang telah terbukti dalam pengelolaan arus kas perusahaan yang tangguh, BUMA siap untuk mengelola biaya secara efektif melalui pemanfaatan teknologi inovatif dan perluasan bisnisnya sejalan dengan visi strategis perusahaan.
Penawaran obligasi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi operasional perusahaan, serta memperkuat posisi BUMA sebagai pemimpin di industri jasa pertambangan.
BUMA berhasil mendapatkan peringkat A+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dan Fitch Ratings, yang mencerminkan kualitas kredit perusahaan yang sangat baik. Peringkat ini menegaskan kekuatan finansial BUMA dan kemampuannya dalam memenuhi kewajiban utang dengan risiko sangat rendah, yang menunjukkan stabilitas dan keandalan tinggi perusahaan dalam mengelola keuangannya. Selain itu, peringkat yang diperoleh dari dua lembaga pemeringkat bergengsi ini makin memperkuat posisi BUMA di industri dan menegaskan kekuatan manajemen operasionalnya.
“Sebagai salah satu perusahaan jasa pertambangan terkemuka, kami harus selalu waspada dalam menghadapi tantangan tak terduga dan memanfaatkan peluang di masa depan agar dapat terus menyediakan layanan yang komprehensif bagi tambang-tambang terbesar dan terlama di Indonesia. Dengan sumber pendanaan yang lebih beragam, kami akan memiliki peluang yang lebih besar untuk makin mempercepat pertumbuhan perusahaan di industri ini,” tutup Indra.













